Showing posts with label vortex. Show all posts
Showing posts with label vortex. Show all posts

Close To You



Books | The closest thing to connect me with the seekers. 
Promise to keep learning


Regards

ailupika
i'll be missing you till you back, though in a different ways

[ Read More ]

EFT >> Ketukan Nurani


Hikmah selalu ada pada semua yang kita alami, saat mempelajari sesuatu, saat mencoba memahami sesuatu, saat menghindar dari sesuatu, saat mencari sesuatu yang kita anggap benar. Klise saja! Sudah ada sesiapa yang memahami apa maksudnya, saya yakin.

Cerita saya kurang lebih hampir 1 tahun yang lalu atau kurang.
Dimensi di mana begitu dalam, begitu tenang tanpa rasa takut. Saya berpikir saya sudah menemukannya. Ternyata belum. Sama sekali belum, nyaris tepatnya saat itu. Saya belajar banyak hal tanpa rasa puas akan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang saya cari.

Saat itu datang, ketika kebebasan yang saya artikan terancam di dalam dan mereka meronta, berteriak minta keluar. Itu awalnya. Membawa saya ingat untuk kembali ke titik nol, bukan nol yang sebenarnya. Tapi nol yang begini { }. Kesadaran saat itu sudah di ambang batas, batasnya untuk teracaukan oleh dalih kebebasan dan itu membuat kesabaran seolah berbatas. Saya pikir sudah cukup umur, saya salah. Saya pikir sudah bisa bertahan. Saya memang yakin, sangat yakin, itu benar! Saya salah, saat saya membiarkan para monyet berjingkrak pada sistem limbik saya. Saat saya menganggap semua begitu mudah, memang begitu saja seharusnya, bukan makna lain yang harus dialih-alihkan. Memang, pelajaran tidak pernah berhenti. Bahkan, di saat sebuah misi baru saja terselesaikan, Tuhan buat itu seolah-olah lewat pikiran.

Saya sadar saat saya melalui semuanya. Saya hanya mendiamkannya. Pengembangan bahkan tidak ada, muai sekalipun tidak. Saya hanya menyadari, tanpa mencari tau bagaimana menjadi berdaya dan menyengat kembali otak ini dengan kejutan listrik sekian volt yang bisa membuat adrenalin kembali mencuat. Saya mulai terbiasa dengan alih-alih, terbiasa dengan "ya sudahlah". MATI!! KEBAL!! BEBAL!! Saat itu!!

Saya baru ingat, pernah diingatkan sebuah pertanyaan begini, "kebebasan seperti apa yang kamu maksud?"
Saya juga baru menyadarinya, jika dulu saya mengartikan kebebasan itu, saya benar-benar belum menemukan jawabannya. Tak lebih hanya ego. Lalu, saat keadaan saya begitu, saya ingat bahwa dulu saya pernah meminta hal yang sama dengan keadaan saat itu. Saya pernah bertanya di dalam kepala saya yang penuh pertanyaan, "kenapa saya tidak punya pemikiran seperti orang kebanyakan saja? jadi saya tidak perlu lelah jadi orang aneh dengan membawa banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab orang lain" dan Tuhan mengabulkannya, dan kini saya sadar. Saya hanya ingin kembali ke saat permohonan itu belum terlintas di kepala saya. Malah, saya butuh lecutan begitu keras untuk membangkitkan mesin awal lagi. Mungkin akinya soak.

Beberapa hari lalu, benar-benar saya dilecut. Dan itu berhasil membangkitkan kembali semuanya. EFT yang dulu tidak menarik fokus saya, kini saya tau pembelajaran itu benar-benar penting dan sadar bahwa saya bisa kembali kapan pun saya mau. Mereka itu ketukan, sesuatu yang mengetuk nurani. Membangkitkan syaraf dari titik ketukan membawa kejutan ke dalam sistem bawah sadar. Menjangkar kembali semangat. Membangkitkan keyakinan.

Dari semuanya, terlalu banyak pelajaran yang saya dapat dan terlalu banyak pula pelajaran yang saya lewatkan masa itu. Bahkan penyesalan jadi sebuah pelajaran yang bisa diteliti. Selalu ada hal positif dan negatif di setiap situasi. Kita hanya pemilah lalu mengubahnya menjadi lebih positif jika itu masih belum cukup. Yakin!




Regards,

ailupika
Sekarang kembali hambar yang isi. Apa lagi pertanyaannya?!
"Saya menerima perasaan yang saya rasakan saat ini dan saya mencintai diri saya sendiri dan semakin mencintai diri saya sendiri"
[ Read More ]

The Edge of Vortex



Mungkin saya benar-benar sedang menepi. Saya rindu masuk ke dalam pusaran dimensi yang membesarkan. Sebuah rasa yang selalu menjadi euforia umat manusia sepanjang sejarah, kini benar-benar mengabutkan, membuat saya memutuskan untuk menepi. 

Sebuah buku yang baru saya tamatkan sekitar 4 hari yang lalu membuat saya berpikir "semua" itu ada benarnya juga. Manusia dan Orangutan. Sebuah topik yang masuk ke dalam perbandingan kehidupan manusia yang terlalu puitis. Orangutan membuat ikatan dengan keluarganya dan semua yang mereka sayangi sekali saja, meskipun nantinya mereka hidup soliter tanpa siapa pun. Keyakinan mereka bahwa ikatan itu sekali untuk selamanya membuat mereka berpikir, ya mereka memang ada untuk aku selamanya. Jadi tidak perlu khawatir mereka pergi jauh atau pun dekat dengan mereka. Bahkan manusia lah yang berpikir terlalu puitis, berpikir terlampau muluk. Rasa tidak percaya mengacaukan segalanya, rasa takut membuyarkan radar masa depan, dan kekhawatiran menarik mundurnya dari petualangan pusaran dimensi yang super duper luasnya.

Dan saya pikir, bahkan spiritual sejatinya binatang dan tumbuhan itu lebih erat dan lebih dalam ketimbang manusia. Selama manusia tidak sombong bahwa kita ini manusia. Kita semua partikel alam yang sama, hanya disusun menjadi lebih istimewa. Saking istimewanya, kita lupa bahwa kita sedarah sedaging separtikel. Hanya berbeda bentuk, warna, dan bau. Cair, kental, padat, hijau, merah, kuning. Itu keindahan semesta yang dianugerahkan kepada kita. Memang sepatutnya bersyukur.

Ini tepian, yang mungkin melambatkan saya. Tapi lebih dari itu, saya hanya yakin, saya sedang ada di dimensi yang lain. Dimensi yang melarutkan, dimensi yang mengawang-awang, entah dimensi berapa, mungkin lebih rendah atau mungkin lebih tinggi. Lebih rendah karena ini membawa saya pada sebuah kata realitas yang tidak abadi, yang terlihat jelas bahwa saya marah, saya kesal, saya senang, saya bahagia. Namun, mungkin saja dimensi ini lebih tinggi, karena saya hanya bisa merasakannya, mungkin lebih kasat dan lebih halus dari astral. Dimensi berapa pun saya kini, saya tetap harus belajar. 

Hal yang akan selalu saya simpan, bahwa mungkin ini adalah salah satu entheogen yang menjadi kunci untuk saya kembali pada siapa diri saya sebenarnya. Orang tua, Orang sakit, Orang meninggal, dan anak-anak. 


Regards,

ailupika
Pesan-Nya : nikmati saja, tanpa merubah arti sebenarnya.

[ Read More ]

[Boys] For Girls



Untuk Para Wanita....
hahaha..

Sedikit bercerita tentang pengalaman kami sebagai cowok,.Mungkin seperti inilah sifat cowok yang dilakukan ke pasangannya, dan bagi para cewek diharapkan keterbukaannya untuk mengerti.Langsung aja..

1. Kami (cowok) berbeda dengan anda (cewek), kami harus mengakui kalo kami emang lebih melihat fisik luar pada pandangan pertama, tapi tentunya anda familiar dengan istilah dari mata turun ke hati bukan?

2. kami memang sering meminta berlebih (cium, dsb), tapi ketahuilah, ada perasaan lebih dari sekedar nafsu ,, dengan hal itu kami akan merasa lebih memiliki anda (cewek), & berharap anda tidak akan melakukannya lagi dengan cowok lain..

3. anda sensitif? kami pun begitu… anda harus tahu, bahwa saat first kiss terjadi, maka hal pertama yang ada dalam benak kami adalah “apakah kamu pernah melakukannya dengan mantan kamu?”, “sejauh mana dulu kamu melakukannya dengan mantan kamu?” mungkin kedengarannya sangat egois, tapi justru anda harusnya senang, karena jika kekasih anda berpikir seperti itu maka itu artinya dia memang benar2 menyayangi anda, percayalah..

4. kami pun ingin dimengerti, sumpah, pengeen banget! mungkin anda merasa kekasih anda hanya bergairah dan bersemangat pada masa2 awal pacaran saja, & terkesan menjauh atau cuek setelah berjalan agak lama, tapi bukan berarti kami sudah tak sayang,,bukan, ada fase jenuh yang dimiliki cowok, ( dan sayangnya bagi kami para cowok, susah sekali untuk menyembunyikannya… ) tapi bukan berarti kami akan meninggalkan anda, percayalah kami tetap memikirkan anda setiap malamnya & tak akan meninggalkan anda, sekalilagi, kami pun butuh dimengerti…

5. anda cemburuan? kami apalagi….. anda kurang suka kalau kami punya sahabat cewek? kami pun sama… hindarilah bersmsan atau berhubungan intens dengan seorang cowok yang sama, siapapun itu, karena yakinlah, meskipun terdengar konyol, hal itu bisa jadi salah satu alasan kami untuk meninggalkan anda (dan kami jarang sekali untuk mengatakannya)…

6. dampingilah kami, anda perlu tahu, para cowok suka diperhatikan, temani kami bermain musik, futsal, basket, atau dalam kegiatan apa pun sekali pun anda sama sekali tidak suka dengan hal itu…,

hal itu akan sangat menyenangkan kami & membuat kami bersemangat, karna sekalipun anda tidak mengerti dengan permainan itu, kami akan selalu berpikir “apakah dia menganggap permainanku tadi bagus??” dan percayalah, sepulang dari sana anda paling tidak akan mendapat hadiah es krim…

7. hubungi kami, buatlah kami merasa dibutuhkan… jangan meminta orang lain untuk mengantar anda ke suatu tempat, ajaklah kami.. meskipun hanya dengan angkot atau mikrolet, kami akansenang jika anda membuat kami merasa dibutuhkan atau menganggap kami sebagai pelindung anda, mungkin kami tidakakanselalumenjawab ‘ya’, tapi jika hal ini sampai terjadi, sekalilagi, hindarilah untuk meminta orang lain mengantar anda, apalagi jika itu cowok!

8. apakah 1 ciuman di kening dari pasangan anda jauh lebih baik daripada 1000 ciuman di bibir?
lakukanlah hal yang sama pada kami! Ketahuilah, rasa bahagia & rasa nyaman yang kami dapatkan lebih dari yang dapat anda perkirakan… dan terakhir…

9. kami mempunyai cara yang berbeda untuk menyayangi, perasaan kami hampir selalu berawal dari nafsu, tapi jika anda sudah mampu “membeli” hati kami, maka kami akan berusaha memenuhi apa pun yang anda inginkan, karena salah satu hal yang jarang anda ketahui tentang cowok adalah bahwa kami akan merasa sangat bersalah & tidak berguna jika tidak mampu memenuhi keinginan ceweknya ….

disadur dari beragam sumber-



Regards

ailupika
dari status facebook seorang senior yang sempat saya kagumi :)
[ Read More ]

Teaching Words is Art



Menulislah tanpa batas kata
Menulislah tanpa batas kaidah baku
Menulislah dengan norma makhluk Tuhan

Mengajarlah tanpa batas kurikulum
Mengajarlah karena kita bahagia
Mengajarlah karena berbagi
Mengajarlah karena itu dari hati
Mengajarlah seperti kita mengajari diri sendiri

Sadari hidup ini seni
Mereka akan jadi profesimu
Bukan penulis, Bukan pengajar
tapi Seniman


Regards

ailupika
perlakukanlah semua orang seperti kita ingin diperlakukan semestinya

[ Read More ]

Vortex


Sore ini, masih hujan.
Aku masih bersamanya.
Selubung itu pun masih terbawa.
Di dalam bumbung transparan.
Aku mati.

Bersama alunan musik folk british.
Aku mengingat sebuah memoar.
Di mana aku menyesal pernah berada di tengahnya.
Pusaran perasaan yang deras.
Dulu, selalu tak berbalas.

Lalu...
Kembali Tuhan berbisik.
Hempas senja di Asia Afrika saat itu.
Dan aku pilih mengalun.
Cukup...

Aku masih bersama diriku.
Mencari pelarian.
Dia memanggil kembali.
Aku bimbang.
Kembali setan dalam kepalaku bicara.
Aku harus kembali.
Demi mereka...

Hingga buncah.
Khayalan mengawang-awang.
Tetesan air mata itu lalu menjadi pelangi.
Pelangi yang sebenarnya.
Bagaimana pelangi??
Mereka transparan,,
Terkadang menghilang,,
Terkadang menebal,,
dan dirindukan.

Berlanjut..
Masih akan berlanjut
Ya...

Regards

ailupika
saat suntuk melanda dan pikiran membawa saya ke awang-awang






[ Read More ]